Gubernur Lampung: Restocking ikan jaga ekosistem ikan di kawasan hutan

Gubernur Lampung: Restocking ikan jaga ekosistem ikan di kawasan hutan

Di masa mendatang, ikan akan dikembangkan di sungai-sungai kecil, dan melalui upaya⁤ restocking ikan ini,⁣ dapat menjaga populasi ‍ikan agar tidak habis‌ ditangkap,

Bandarlampung (redaksipil) – Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, ​menyatakan bahwa restocking ikan⁢ di perairan umum penting untuk menjaga ekosistem ikan‍ di kawasan hutan.

“Di Provinsi‍ Lampung terdapat sekitar 60 sungai ⁤besar yang tersebar di⁣ berbagai daerah dan⁣ melewati hutan lindung maupun hutan konservasi‌ yang harus dijaga,” ungkap‍ Arinal Djunaidi saat berada ‍di Bandarlampung, Selasa.
Ia menjelaskan bahwa untuk menjaga ekosistem ikan di kawasan konservasi, pemerintah‍ akan mengembangkan serta melakukan restocking ⁢ikan⁢ di‌ sungai-sungai kecil.
“Ikan akan dikembangkan di sungai-sungai kecil, ⁤dan dengan restocking ini, ikan di kawasan tersebut bisa terus terjaga dan tidak habis tertangkap,” tambahnya.
Menurutnya, untuk pengembangan dan restocking‌ ikan ‍di sungai-sungai kecil serta 60​ sungai besar‌ tersebut, pemerintah⁤ daerah akan menyesuaikan dengan jenis ⁤ikan⁢ yang hidup di ekosistem perairan ⁤darat tersebut.
“Jenis ikan yang diperkenalkan akan disesuaikan dengan spesies yang ada di setiap sungai, karena setiap ‍lokasi ‍memiliki keanekaragaman yang berbeda,” lanjutnya.
Ia melanjutkan bahwa menjaga ekosistem ikan di‌ kawasan konservasi dengan cara memperbanyak populasi ikan‍ di perairan‍ darat merupakan ⁣salah satu upaya menjaga spesies endemik asli Lampung.
Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya melakukan restocking ikan​ selama beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2020, restocking ikan endemik dilakukan dengan total 560 ribu ekor bibit ikan yang⁤ disebar di perairan umum.
Pada 2021, jumlahnya mencapai 420 ribu ekor, pada 2022 sebanyak 2,1 juta ekor, pada 2023 sebanyak⁤ 531 ribu⁤ ekor, dan pada 2024 diperkirakan ‌ada 525 ribu ekor.
Pada Senin‌ (11/6), ⁢telah dilakukan restocking ikan ⁤di perairan umum daratan di Dam Raman, ⁣Desa Banjar ‌Sari, Kecamatan‍ Metro Utara, sebanyak total 70.000 benih ikan. Terdiri dari 20.000 ekor benih ikan jelawat dan ⁢50.000 ​ekor benih ikan baung.

Di masa mendatang,​ ikan akan dikembangkan ‌di sungai-sungai kecil, dan ⁢melalui ‍upaya restocking ikan ini, dapat menjaga populasi ⁣ikan agar tidak habis ditangkap,

Bandarlampung (redaksipil) – Gubernur⁢ Lampung, ‍Arinal Djunaidi, ⁣menyatakan bahwa restocking ikan di perairan umum penting untuk menjaga ekosistem ikan di kawasan hutan.

“Di Provinsi Lampung terdapat sekitar 60 sungai besar yang ‌tersebar di berbagai daerah dan melewati hutan lindung maupun hutan konservasi yang harus ‍dijaga,” ungkap ​Arinal Djunaidi saat berada di Bandarlampung,⁤ Selasa.
Ia menjelaskan bahwa untuk ​menjaga⁢ ekosistem ikan⁣ di kawasan konservasi, ‌pemerintah akan mengembangkan serta ​melakukan restocking ikan di sungai-sungai kecil.
“Ikan akan dikembangkan di sungai-sungai⁤ kecil, dan⁤ dengan restocking ini, ikan di kawasan tersebut bisa terus terjaga​ dan tidak ⁢habis tertangkap,” tambahnya.
Menurutnya, untuk⁤ pengembangan dan restocking ikan di‌ sungai-sungai‍ kecil serta 60 sungai besar tersebut,⁣ pemerintah daerah akan menyesuaikan dengan ‌jenis‍ ikan yang hidup di ekosistem perairan darat tersebut.
“Jenis ikan yang diperkenalkan akan disesuaikan dengan‌ spesies‌ yang ada di setiap sungai, karena setiap lokasi memiliki keanekaragaman yang berbeda,” lanjutnya.
Ia melanjutkan bahwa menjaga ekosistem ikan​ di kawasan konservasi dengan cara memperbanyak populasi⁣ ikan di perairan darat merupakan salah⁢ satu upaya menjaga​ spesies endemik asli⁢ Lampung.
Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya melakukan ⁤restocking ikan selama beberapa tahun terakhir. Pada tahun⁤ 2020, restocking ikan endemik dilakukan dengan total 560 ribu ekor bibit ikan yang disebar di⁣ perairan⁣ umum.
Pada‍ 2021, jumlahnya mencapai​ 420 ribu ekor, pada 2022 sebanyak 2,1 juta ekor,​ pada‍ 2023 sebanyak⁣ 531 ribu ekor, dan pada 2024 diperkirakan ada 525 ribu ekor.
Pada Senin (11/6), telah dilakukan restocking ikan di​ perairan umum daratan di Dam Raman, Desa Banjar Sari, Kecamatan Metro‍ Utara, sebanyak total​ 70.000 benih‍ ikan. Terdiri dari 20.000​ ekor‍ benih ikan jelawat dan 50.000 ekor benih ikan baung.