Kerentanan terhadap stres tingkatkan risiko psoriasis pada pria

Kerentanan terhadap stres tingkatkan risiko psoriasis pada pria

Jakarta (ANTARA) – Hasil studi yang dipublikasikan di Journal of the European Academy of Dermatology and Venereology menunjukkan pria yang semasa remaja memiliki ketahanan rendah terhadap stres memiliki risiko lebih tinggi mengalami psoriasis di kemudian hari.

Stres diketahui memicu beberapa kondisi dermatologis seperti jerawat, utikaria, dan psoriasis. Psoriasis terjadi ketika sistem kekebalan tubuh seseorang menjadi terlalu aktif dan menyebabkan kulit berbintik, bersisik, dan meradang.

Menurut siaran Medical Day by day pada Kamis (23/5), dalam studi yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Gothenburg di Swedia, pria remaja yang rentan terhadap stres memiliki risiko 31 persen lebih tinggi mengalami psoriasis dibandingkan dengan mereka yang memiliki ketahanan terhadap stres tinggi.

“Kami telah menunjukkan bahwa ketahanan stres yang lebih rendah pada masa remaja merupakan faktor risiko potensial untuk psoriasis, setidaknya bagi pria,” kata Marta Laskowski, penulis utama studi tersebut, dalam siaran pers hasil penelitian.

“Hasil kami menunjukkan bahwa mereka yang mengalami psoriasis memiliki sensitivitas psikologis yang bersifat turun-temurun. Oleh karena itu, penting bagi profesional kesehatan untuk juga memperhatikan kesejahteraan psychological pasien dengan psoriasis,” ia menjelaskan.

Baca juga: Stres dan cuaca bisa memicu psoriasis
Baca juga: Modifikasi gaya hidup kunci hindari pemicu psoriasis

Karena psoriasis adalah penyakit inflamasi kronis, kaitannya dengan stres mungkin disebabkan oleh respons inflamasi yang meningkat di dalam tubuh.

Studi mengenai kaitan tingkat kerentanan terhadap stres dengan risiko psoriasis dilakukan menggunakan recordsdata dari 1,6 juta lebih pria yang mendaftar dinas militer antara tahun 1968 dan 2005 di Swedia.

Selama pendaftaran militer, para peserta menjalani penilaian psikologis untuk mengevaluasi ketahanan stres mereka, dan berdasarkan hasilnya mereka dibagi menjadi tiga kelompok.

Sekitar 20 persen peserta berada dalam kelompok ketahanan stres terendah, 21 persen berada dalam kelompok dengan ketahanan terhadap stres paling tinggi, dan lebih dari 50 persen berada dalam kelompok menengah.

Berdasarkan recordsdata yang diperoleh dari Register Pasien Nasional, para peneliti mencatat lebih dari 36 ribu kasus psoriasis atau arthritis psoriatik yang dilaporkan.

Menurut hasil penelitian, ketahanan stres yang rendah pada pria berkaitan dengan risiko 31 persen lebih tinggi mengalami psoriasis dibandingkan dengan ketahanan stres yang tinggi.

Kasus psoriasis dan arthritis psoriatik yang lebih parah juga ditemukan terkait dengan stres secara khusus.

Dalam prognosis pasien rawat inap, ketahanan stres yang rendah berarti risiko 79 persen lebih tinggi untuk psoriasis dan risiko fifty three persen lebih tinggi untuk artritis psoriatik dibandingkan dengan ketahanan stres yang tinggi.

Namun demikian, ada keterbatasan dalam studi tersebut. Para peneliti hanya satu kali menguji ketahanan stres peserta selama pendaftaran dinas militer.

“Ketahanan stres dapat bervariasi sepanjang hidup. Namun, kami tidak memiliki kesempatan untuk menyelidiki perubahan-perubahan ini,” kata Laskowski.

Baca juga: Psoriasis bisa berkembang jadi penyakit serius
Baca juga: Berjemur pada pagi hari baik untuk pasien psoriasis

Penerjemah: Putri Hanifa
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2024