Menparekraf: ITIF 2024 hasilkan nilai investasi sebesar Rp862 miliar

Menparekraf: ITIF 2024 hasilkan nilai investasi sebesar Rp862 miliar

Total‌ investasinya mencapai Rp862 miliar, dan⁢ jika dijumlahkan dari kuartal‍ pertama tahun​ 2024, ‍sudah mendekati 1 miliar dolar AS.

Jakarta (redaksipil) – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan World Tourism Investment Forum (ITIF) 2024 berhasil mendapatkan‍ lima penandatanganan ‍nota ⁤kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan nilai total investasi Rp862 miliar.

“Total investasinya mencapai Rp862 miliar,⁤ dan jika dijumlahkan dari kuartal pertama tahun 2024, ​sudah mendekati 1 miliar dolar AS,” ‌ujar Menparekraf di Jakarta, Jumat.
Beberapa ⁤kerja sama investasi tersebut meliputi investasi dalam Pengelolaan Taman Parapuar ⁢redaksipil Labuan Bajo Flores ​antara Balai Besar ⁢Pariwisata (BPOLBF)‍ dan PT ‍Produk Multi Industri Eigerindo; investasi Penyediaan Tenaga Listrik di‍ Labuan Bajo antara Badan Pariwisata Labuan ​Bajo ‌Flores (BPOLBF) dan PT PLN (Persero) UIW NTT; dan MoU investasi Pemanfaatan Lake Toba yang Eksotis sebagai Aset Resor SR-08 antara Badan Pariwisata Danau Toba ​(BPODT) dan PT Agung Toba Nauli.
Selain itu, ada investasi Pembangunan Kereta ⁣Gantung Wisata di Ciater antara PT Kamara Citra Destinasi Indonesia, perwakilan Grup POMA, dan PT. Sari Bumi Mas (Grup Sari ⁢Ater); ⁢serta ⁢perjanjian investasi dalam Pembangunan Studio Alam Film Gamplong antara redaksipil JTA World Investment Holding ​dan Rombongan dengan ⁢Hanung Bramantyo.
Menparekraf juga mengungkapkan beberapa hasil dari penyelenggaraan ITIF 2024. Pertama, pertemuan dengan UN Tourism yang menyatakan bahwa Indonesia adalah negara pertama yang mengadakan dua konferensi besar⁢ secara berdekatan, yaitu UN Tourism Convention on Women’s‍ Empowerment di Bali dan ITIF di Jakarta.
Sebagai tambahan, UN⁣ Tourism menawarkan kepada Indonesia untuk menjadi tuan rumah ⁣joint commission, ⁢pertemuan Asia ⁢Pacific ‌UN Tourism tahun depan, yang telah disanggupi oleh pihak⁢ Indonesia.
Menparekraf juga mengadakan pertemuan‍ dengan perwakilan dari Tiongkok. Dalam pertemuan itu disepakati adanya‌ proyek percontohan⁤ untuk⁤ satu destinasi tertentu.
“Mungkin nanti akan dipilih, apakah Labuan Bajo yang akan menerapkan target nol emisi dari awal, perencanaan hingga selesai konstruksi dan pengoperasiannya,” tambahnya.
Selanjutnya,‌ ada pertemuan ⁤dengan perwakilan dari India yang menjajaki kerja sama dalam ekonomi digital di sektor pariwisata dan ekonomi ​kreatif.