Menteri ATR nilai program PELATARAN percepat layanan sertifikat tanah

Menteri ATR nilai program PELATARAN percepat layanan sertifikat tanah

Kabupaten Bandung, Jawa ⁤Barat (redaksipil) – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala‌ Badan ​Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkapkan bahwa program Pelayanan ⁣Tanah ​Akhir Pekan ⁣(PELATARAN) dirancang untuk mempercepat layanan‍ pertanahan di daerah.

“Program PELATARAN ini terus kita dorong. Pelayanan BPN ​harus​ semakin profesional, humanis, serta lebih cepat dan mudah. Dengan begitu, masyarakat akan terlayani dengan ⁢lebih baik,” ujar AHY saat mengunjungi Kantor ‍Pertanahan Kabupaten Bandung, Jawa Barat, ⁣Minggu (9/6).

AHY​ juga ​menjelaskan‍ bahwa Kabupaten Bandung memiliki wilayah yang luas dengan tingkat kunjungan masyarakat ke Kantor Pertanahan ⁢mencapai tiga ribu hingga lima ribu‌ orang per bulan.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat layanan akhir pekan menjadi penting ⁢untuk mempercepat proses pengurusan sertifikat ‍secara signifikan.

AHY menambahkan, pembukaan ‍loket pelayanan di​ akhir pekan ​memberikan kesempatan bagi ⁣warga yang tidak bisa mengurus pendaftaran sertifikat tanah mereka pada hari kerja.

Upaya ini membantu masyarakat mengurus sertifikat mereka ⁣dengan lebih aman karena ‍tidak perlu melalui perantara atau diwakilkan oleh pihak lain.

Ia⁣ juga mengajak masyarakat untuk datang langsung secara pribadi guna mengurus sertifikat tanah mereka, mengingat prosedurnya mudah⁤ dan biayanya‍ terjangkau, yakni Rp50 ribu yang⁤ kemudian menjadi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Selain program PELATARAN, AHY menyebutkan bahwa pihaknya juga sedang ‌berupaya ​melakukan digitalisasi sertifikasi tanah sesuai dengan arahan⁢ Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar prosesnya lebih mudah, cepat,‍ transparan,⁢ dan akuntabel.

AHY menjelaskan bahwa dengan adanya digitalisasi ​ini, ‌sertifikat tanah akan dibuat dalam bentuk satu lembar⁣ elektronik dan dilengkapi dengan kode batang berteknologi tinggi yang tidak mudah diduplikasi, digandakan,‍ atau dipalsukan.

“Secepat mungkin semua ​itu⁢ akan dialihkan dari fisik ke ⁢digital seiring dengan semangat transformasi digital di seluruh layanan publik,”⁣ tambahnya.